Serangan Siber Melumpuhkan Tiga Dewan Kota London: Kronologi, Dampak, dan Investigasi Lengkap

Lonjakan serangan siber terhadap institusi pemerintahan kembali mengguncang Eropa. Pada akhir November 2025, tiga dewan kota London—The Royal Borough of Kensington and Chelsea (RBKC), Westminster City Council, serta London Borough of Hammersmith and Fulham—mengonfirmasi bahwa mereka menjadi korban serangan cyber yang berdampak luas.

Insiden ini bukan serangan biasa. Skala gangguan membuat pemerintah daerah mengaktifkan emergency plan, melibatkan National Crime Agency (NCA), National Cyber Security Centre (NCSC), hingga pakar forensik digital independen. Lebih dari 500.000 penduduk London terdampak karena layanan pemerintahan tiba-tiba tidak dapat diakses.

Artikel ini menyajikan analisis lengkap berdasarkan laporan resmi otoritas London, media Inggris, dan pakar keamanan siber.

Kronologi Lengkap Serangan Siber

Serangan pertama kali terdeteksi pada Senin pagi, ketika sejumlah sistem pemerintahan tiba-tiba tidak berfungsi. Gangguan meliputi:

RBKC mengerahkan engineer sejak Senin malam hingga Selasa tanpa henti untuk mencegah kerusakan lebih besar.

Pemerintah Menahan Detail Karena Investigasi Tingkat Nasional

Pihak RBKC menyatakan bahwa mereka telah menemukan penyebab serangan, namun:

Jika NCA sudah turun tangan, itu berarti insiden memiliki potensi risiko nasional.

Layanan Publik yang Terdampak

Ketiga dewan kota sepakat menutup sejumlah sistem untuk mencegah penyebaran serangan. Layanan yang terdampak meliputi:

Sistem Digital yang Dimatikan Sementara

RBKC memperingatkan bahwa situs web mereka “bisa naik dan turun sepanjang hari,” karena tim keamanan menjalankan patching darurat.

Dampak Terhadap Warga

Westminster City Council meminta maaf kepada warga karena:

Dengan skala populasi lebih dari 500.000 orang, gangguan ini memicu keresahan publik yang cukup besar.

Mengapa Serangan Ini Sangat Serius? Skala Ancaman dan Kekhawatiran

Ada beberapa alasan mengapa insiden ini menjadi sorotan internasional:

  1. Ketiga dewan kota berbagi sebagian infrastruktur TI
    Artinya, satu lubang keamanan dapat menjalar ke otoritas lain.
  2. Risiko kebocoran data sensitif sangat tinggi
    Meski belum dikonfirmasi, penyelidikan masih berjalan.
  3. Keterlibatan NCA dan NCSC menandakan potensi ancaman nasional
    Lembaga ini biasanya menangani serangan tingkat tinggi.
  4. Pengalaman buruk sebelumnya
    Pada tahun 2020, Hackney Council terkena ransomware masif yang mengenkripsi 440.000 file.

RBKC mengatakan:
“Kami belum memiliki semua jawabannya. Namun kami memahami kekhawatiran publik dan akan memberikan pembaruan dalam beberapa hari mendatang.”

Risiko Kebocoran Data: Masih Diselidiki

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah:

telah bocor.

Penyelidikan dilakukan oleh:

Kasus Hackney 2020 Jadi Pelajaran Besar

Pada 2020, Hackney Council (London) diserang ransomware yang:

ICO bahkan menegur keras karena gagal melindungi data warga.

Banyak pihak khawatir kejadian 2025 ini bisa berulang dalam skala lebih besar.

Potensi Serangan Terkoordinasi ke Pemerintah London

Hackney Council, yang kali ini tidak terdampak, mengirimkan memo internal berbunyi:

“Kami menerima intelijen bahwa beberapa dewan kota London menjadi target serangan siber dalam 24–48 jam terakhir.”

Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa:

Mengapa Pemerintah Daerah Menjadi Target Favorit Hacker?

Menurut Rob Miller, mantan Direktur TI Hackney Council:

“Jika Anda ingin memberi dampak besar pada masyarakat, council adalah target yang sangat baik.”

Alasannya:

1. Menangani Layanan Vital

Council mengelola layanan penting seperti:

2. Infrastruktur TI Lama

Banyak pemerintah lokal masih memakai legacy system.

3. Anggaran Keamanan Terbatas

Peningkatan keamanan kalah cepat dibanding eskalasi ancaman.

4. Data Warga Bernilai Tinggi

Informasi pribadi bisa dijual di dark web.

Miller menegaskan bahwa serangan ini bisa menjadi pengalaman traumatis karena:

Analisis Teknis – Jenis Serangan Apa yang Terjadi?

Belum ada pernyataan resmi, tetapi pola serangan mengindikasikan beberapa kemungkinan besar:

1. Ransomware / Encrypted Disruption

Pola serangan mirip dengan insiden Hackney 2020.

2. Kompromi Infrastruktur TI Bersama

Karena tiga dewan kota berbagi sebagian infrastruktur.

3. Supply Chain Attack

Serangan dari vendor yang mereka pakai bersama.

4. Distributed Denial-of-Service (DDoS)

Menjelaskan sistem publik yang mendadak tidak responsif.

5. Akses Tidak Sah melalui Phishing Tingkat Lanjut

Metode paling umum dalam serangan terhadap pemerintah Inggris.

Karena NCSC turun tangan, skala ancaman diperkirakan signifikan.

Respons Pemerintah dan Upaya Pemulihan

RBKC menyatakan bahwa mereka telah:

Westminster City Council menambahkan bahwa:

Dampak Jangka Panjang Jika Serangan Ternyata Besar

Jika investigasi menemukan bahwa serangan ini termasuk kategori serangan besar, maka dampaknya dapat meliputi:

1. Biaya Pemulihan Sangat Tinggi

Kasus Hackney 2020 menghabiskan jutaan pound.

2. Hilangnya Kepercayaan Publik

Terutama jika data bocor.

3. Lumpuhnya Layanan untuk Berminggu-minggu

Termasuk perizinan, sosial, dan perumahan.

4. Teguran ICO atau Tindakan Regulasi

Dewan kota dapat dikenai sanksi.

Kesimpulan – Serangan Siber Pemerintah Lokal Mengalami Lonjakan Serius

Serangan siber kali ini memperlihatkan bahwa:

Bagi pemerintah lokal di negara mana pun, insiden London 2025 adalah peringatan keras bahwa era baru ancaman siber telah tiba.